Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Terjadi

Tekanan darah dari orang yang sebetulnya sehat juga bisa naik dalam situasi ketegangan dan kegairahan yang berlarut-larut, seperti masalah peekrjaan atau keluarga, kematian seseorang yang detak, menghadapi ujian sekolah yang penting dan lain-lain. Setelah konflik-konflik ini diselesaikan atau disesuaikan, tekanan darah kembali normal. Kenaikan sementara tekanan darah dapat disebabkan oleh beberapa penyakit akut, terutama pada ginjal, atau oleh komplikasi dalam kehamilan, dan gangguan metabolisme serta saraf.

Kita tahu lebih banyak tentang pengaruh lingkungan yang dapat menyebabkan dan mempercepat baik tekanan darah primer maupun sekunder. Lalu, bagaimana tekanan darah tinggi terjadi bisa disebabkan karena kegemukan, makanna yang tinggi sodium, dan mngkin stres psikologis yang berkepanjangan.

Bagaimana tekanan darah tinggi terjadi akibat kegemukan? Kegemukan dapat meningkatkan faktor resiko lainnya dan menimbulkan bahaya kesehatan yang serius. Ini adalah faktor penting dan sekaligus satu-satunya faktor yang dikenal dan yang paling dapat dihindari, yang berkontribusi pada perkembangan tekanan darah tinggi.

Orang yang berat badannya 20% diatas normal, memiliki resiko tiga kali lebih besar terkena tekanan darah tinggi dibandingkakn dengan mereka yang berat badannya normal memiliki resiko tiga kali lebih besar terkena tekanan darah tinggi dibanidngkan mereka yang berat badannya normal. Walaupun resiko hipertensi meningkat dengan jumlah berat badan yang berlebih, turunnya berat badan dapat menurunkan tekanan atau bahkan menormalkannya.

Bagaimana tekanan darah tinggi terjadi karena garam atau sodium klorida? Hal ini disebabkan karena garam adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Apakah garam berbahaya bagi seseorang tergantung pada keadaan kesehatannya dan seberapa banyak garam yang dikonsumsinya. Manusia kuno sebagai pemburu dan pemakan hewan, hidup dengan diet rendah lemak, seperti yang terjadi pada hewan sampai saat ini.

Asupan garam yang tinggi bisa memperburuk kecenderungan yang sudah ada ke arah hipertensi sedangkan diet rendah garam bisa menolong menjaganya agar terkendali, demikian pula obat-obatan pada jenis tertentu, yang disebut dengan diuretik yang membantu merangsang pengeluaran garam dan penting bagi pengobatan penyakit hipertensi darah tinggi ini. Mekanisme dimana garam menaikkan tekanan darah masih belum diketahu. Yang kita tahu hanyalah bahwa sodium memainkan peran yang menentukan. Mungkin kandungan dan distribusi sodium pada dinding-dinding arteri mempengaruhi kepekaannya terhadap rangsan simpatiko-adregenik.

 

Posted in Darah Tinggi Hipertensi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Hipertensi Darah Tinggi

Hipertensi darah tinggi adalah oeningkatan tekanan systole yang tingginya tergantung umur individu yang terkena. Tekanan darah berflutuasi dalam batas-batas tertentu, tergantung posisi tubuh, umur dan tingkat stress yang dialami. Hipertensi juga sering digolongkan sebbagai ringan, sedang, atau berat, berdasarkan tekanan diastole. Hipertensi ringan bila tekanan darah diastole 95-104, hipertensi sedang tekanan diastole-nya 105-114, sedangkan hipertensin berat tekanan diastole-nya >115.  Hipertensi dengan peningkatan tekanan systole tanpa disertai peningkatan tekanan diastole lebih sering pada lansia, sedangkan hipertensi peningkatan tekanan diastole  tanpa disertai  peningkatan tekanan systole lebih sering terdapat pada dewasa muda. Hipertensi dapat pula digolongkann sebagai esensial atau idiopatik, tanpa tiologi spesifik yang paling sering dijumpai. Bila ada penyebabnya , disebut hipertensi sekunder. Ada lagi istilah hipertensi benigna dan maligna, tergantung perjalanan penyakitnya. Bila ditimbulkan berangsur, disebut benigna, bila tekanannya naik secara progresif dan cepat, disebut hipertensi maligna, dengan banyak komplikasi, seperti  gagal ginjal, CVA, hemoragi retina, dan ensefalopati.

Insidens hipertensi darah tinggi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun dengan jelas menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian premature. Pada umumnya insidens pada pria lebih tinggi daripada wanita, namun pada usia pertengahan dan lebih tua, insidens pada wanita mulai meningkat, sehingga pada usia diatas 65 tahun, insidens pada wanita lebih tinggi.

Hipertensi darah tinggi pada yang berkulit hitam paling sedikit dua kalinya [ada yang berkulit putih. Akibat penyakit hipetensi darah tinggi ini umumnya lebih berat pada ras kulit hitam. Misalnya mortalitas pasien pria hitam dengan diastole 115 atau lebih 3,3 kali lebih tinggi daripada pria berkulit putih, dan 5,6 kali bagi wanta putih.

Faktor pendidikan, penghasilan dan faktor pola hidup lain telah diteliti, tanpa hasil yang jelas. Penghasilan rendah, tingkat pendidikan rendah dan kehidupan atau pekerjaan yang penuh stress agaknya berhubungan dengan insidens hipertensu yang lebih tinggi. Obesitas dipandang sebagai faktor resiko tama. Bila berat badannya trun, tekanan darahnya sering turun menjadi normal. Merokok dipandang sebagai faktor resiko tinggi bagi hipertensin dan penyakit arteru koroner. Hiperkolesterolemia dan hiperglikemia adala ada;ah faktor-faktror utama untuk perkembangan aterosklerosis, yang berhubungan erat dengan hipertensi.

Penanganan dalam penyakit hipertensi adalah usahakan untuk mengendalikan tekanan darah tidak lebih dari 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg bila menderita diabetes). Ada tiga kategori umum obat antihipertensi, yaitu yang berfungsi mengurangi volume darah (diuretic), menekan resistensi pembuluh darah (vasodilator) dan mengurangi kerja jantung (cardioinhibitory).

mengungkapkan penanganan untuk hipertensi ini tidak selalu berupa obat-obatan atau farmakologi, karena bisa juga diatasi dengan memodifikasi gaya hidup yaitu:

1. Penurunan berat badan hingga mencapai ideal
2. Memperbaiki pola makan, memperbanyak serat dan mengurangi atau menghindari fast food
3. Diet rendah sodium atau garam
4. Melakukan aktifitas fisik secara teratur
5. Tidak minum alkohol dan berhenti merokok.

 

Posted in Darah Tinggi Hipertensi | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah.

Penyebab Darah Tinggi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat dikendalikan. Ada juga yang dapat di kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain :

- Keturunan
- Usia
- Garam
- Kolesterol
- Obesitas
- Stress
- Rokok
- Kafein
- Alkohol
- Kurang olahraga

Cara Mencegah Darah Tinggi

Tidak semua penderita tekanan darah tinggi memerlukan obat. Apabila hipertensinya tergolong ringan maka masih dapat dikontrol melalui sikap hidup sehari-hari. Pengontrolan sikap hidup ini merupakan langkah pencegahan yang baik agar penderita tekanan darah tinggi tidak kambuh gejala penyakitnya.

Hal-hal yang perlu dilakukan bagi penderita hipertensi sebagai tindakan pencegahan ialah sebagai berikut :

1. Diet rendah lemak. Kurangi atau hindari makanan gorengan, daging yang banyak lemak, susu full cream, telur dan sebagainya

2. Diet rendah garam. Batasi pemakaian garam dan makanan yang diasinkan seperti cumi asin, ikan asin, telur asin, kecap asin dan sebagainya

3. Hindari memakan daging kambing, buah durian, atau meminum minuman yang beralkohol

4. Lakukan olahraga secara teratur dan terkontrol. Olahraga yang cocok berupa aktivitas aerobik seperti jalan kaki, berlari, naik sepeda dan berenang

5. Berhenti merokok bagi perokok

6. Berhenti minum kopi

7. Menurunkan berat badan bagi penderita hipertensi yang disertai kegemukan

8. Menghindari stress dan gaya hidup yang lebih santai

9. Mengobati penyakit penyerta seperti kencing manis, hiperthyroid, kolesterol tinggi dan sebagainya.

Posted in Darah Tinggi Hipertensi | Tagged , , , | Leave a comment

Faktor Resiko Darah Tinggi

Faktor resiko hipertensi adalah faktor-faktor yang bila semakin banyak menyertai penderita hipertensi maka dapat menyebabkan orang tersebut akan menderita tekanan darah tinggi yang lebih berat lagi. Ada faktor resiko yang dapat dihindarkan atau dirubah. Namun, ada juga yang tidak.

Faktor resiko yang tidak dapat dihindarkan atau dirubah adalah genetik, suku bangsa, dan umur.

Berbagai macam faktor resiko yang dapat dihindarkan karena dapat memperberat keadaan hipertensi antara lain : makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, garam, makanan asin atau yang diasinkan, daging kambing, buah durian, minuman alkohol yang berlebihan, makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet, rokok dan kopi, kegemukan (obesitas), stres dan sebagainya.

1. Lemak dan Kolesterol

Dewasa ini pola makan penduduk yang tinggal di kota-kota besar berubah dimana fast food dan makanan yang kaya kolesterol menjadi bagian yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika disertai stres. Kadar kolesterol darah dapat membubung tinggi dan sulit dikontrol.

Memang lemak yang di dapat dari makanan tidak seluruhnya merupakan kolesterol. Namun, lemak merupakan penyumbang kolesterol terbesar. Kolesterol yang berlebihan ini akan menempel pada permukaan sebelah dalam dinding pembuluh darah yang sudah terluka akibat gesekan tekanan darah pada hipertensi. Proses penumpukan kolesterol ini disebut proses aterosklerosis.

2. Garam

Garam mempunyai sifat menahan air. Mengkonsumsi garam berlebihan atau makan makanan yang diasinkan dengan sendirinya akan menaikkan tekanan darah. Hindari pemakaian garam yang berlebihan atau makanan yang diasinkan. Hal ini tidak berarti menghentikan pemakaian garam sama sekali dalam makanan. Sebaiknya jumlah garam yang dikonsumsi dibatasi.

3. Daging Kambing, Buah Durian, dan Minuman Beralkohol

Daging kambing, buah durian, dan minuman beralkohol memang enak di santap. Akan tetapi penderita hipertensi harus menjauhinya. Ketiga macam makanan tersebut memang sifatnya panas, sehingga tekanan darah segera meninggi usai melahap makanan ini. Bagi penderita hipertensi, tekanan darah yang mendadak meninggi tentu mempunyai resiko, seperti stroke

4. Olahraga

Penderita hipertensi memang perlu berolahraga. Akan tetapi penderita yang sudah berumur, apalagi fungsi jantungnya sudah menurun, memerlukan pemeriksaan dokter terlebih dahulu sebelum memulainya. Jangan sampai penderita terlanjur pingsan atau meninggal di tempat latihan.

Olahraga aerobik yang teratur seperti lari, bersepeda, berenang, atau jalan kaki dilakukan minimal tiga kali seminggu, selama 30-40 menit. Tentunya tidak sembarang lari atau bersepeda, karena latihan yang dilakukan harus mencapai zone latihan (target zone). Caranya, dengan menghitung denyut nadi pada pergelangan tangan. Denyut nadi maksimal yang boleh dicapai sewaktu menjalani latihan aerobik adalah 220 dikurangi umur. Satuan denyut nadi tersebut adalah denyut per menit. Zone latian atau target zone-nya adalah 70-85% dari denyut nadi maksimal.

Dalam berolahraga ini tentunya pemanasan (warning-up) sebelum latihan dan pendinginan (cooling down) selesai latihan mutlak dilakukan.

5. Rokok dan Kopi

Seseorang yang merokok di dalam ruangan akan menyebabkan orang di sekelilingnya ikut menghirup asap rokok. Orang yang ikut menghirup asap rokok ini dikenal sebagai perokok pasif (passive smoker). Para perokok pasif ini sama-sama menanggung resiko seperti para perokok sebenarnya. Banyak bahan beracun termasuk zat-zat penyebab timbulnya kanker seperti karbon monoksida (CO), benzopirin, amonia, dan sebagainya yang terkandung dalam rokok ikut terhisap oleh mereka, meskipun tidak di harapkan.

Nikotin, penyebab ketagihan merokok akan merangsang jantung, syaraf, otak, dan bagian tubuh lainnya bekerja tidak normal. Nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan tekanan kontraksi otot jantung. Selain itu, meningkatkan kebutuhan oksigen jantung dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) serta berbagai kerusakan lainnya.

Merokok diketahui memberi efek perubahan metabolik berupa pelepasan hormon pertumbuhan, ACT dan cortisol serta meningkatkan asam lemak bebas (free fatty acid), gliserol, dan laktat, menyebabkan penurunan HDL kolestrol, meningkatkan LDL kolesterol dan trigliserida, serta meningkatkan kadar fibrinogen plasma dan jumlah sel darah putih. Dalam tubuh orang yang banyak merokok akan terjadi peningkatan resistensi insulin dan hiperinsulinemia yang pada akhirnya menyebabkan kelainan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) serta meningkatkan resiko penyakit jantung koroner maupun kematian otot jantung (miokard infark).

Selain rokok, kopi juga berakibat buruk bagi penderita hipertensi. Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan debar jantung dan naiknya tekanan darah.

6. Obesitas

Obesitas adalah massa tubuh (body mass) yang meningkat disebabkan jaringan lemak yang jumlahnya berlebihan.

Akhir-akhir ini, pada penderita obesitas diketahui banyak terjadi resistensi insulin. Akibat resistensi insulin adalah di produksinya insulin secara berlebihan (hiperinsulinemia). Hiperinsulinemia ini akan meningkatkan tekanan darah dengan cara menahan pengeluaran natrium oleh ginjal dan meningkatkan kadar plasma norepinephrin.

Posted in Darah Tinggi Hipertensi | Tagged , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Darah Tinggi

Penyakit darah tinggi atau hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka bagian atas (systolic) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) atau pun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg bagi pria dan 110/70 mmHg untuk wanita. Dengan demikian, apabila seseorang tekanan darahnya di atas angka tersebut berarti ia mengalami Hipertensi.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara rutin dan teratur, maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hipertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (heart attack).

Gejala yang sering terjadi pada penderita hipertensi di antaranya adalah :

- Sering merasa pusing atau sakit kepala

- Rasa pegal dan tidak nyaman di tengkuk

- Tiba-tiba benda-benda yang berada di sekelilingnya terasa bergerak sehingga ada rasa ingin jatuh (vertigo)

- Dada berdebar-debar karena detak jantung yang cepat sekali

- Telinga sering berdengung

Penyakit darah tinggi atau hipertensi dikenal dengan 2 tipe klasifikasi, di antaranya :

1. Hipertensi Primary

Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadi tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi, sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi. Orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

2. Hipertensi Secondary

Hipertensi secondary adalah suatu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami atau menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk.

Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat anti radang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan ini :

- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan

- Batasi konsumsi daging dan keju

- Hindari cemilan yang asin-asin

- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium

Posted in Darah Tinggi Hipertensi | Tagged , , , | Leave a comment