Jenis-Jenis Darah Tinggi

Penyakit darah tinggi atau hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka bagian atas (systolic) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) atau pun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg bagi pria dan 110/70 mmHg untuk wanita. Dengan demikian, apabila seseorang tekanan darahnya di atas angka tersebut berarti ia mengalami Hipertensi.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara rutin dan teratur, maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hipertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (heart attack).

Gejala yang sering terjadi pada penderita hipertensi di antaranya adalah :

– Sering merasa pusing atau sakit kepala

– Rasa pegal dan tidak nyaman di tengkuk

– Tiba-tiba benda-benda yang berada di sekelilingnya terasa bergerak sehingga ada rasa ingin jatuh (vertigo)

– Dada berdebar-debar karena detak jantung yang cepat sekali

– Telinga sering berdengung

Penyakit darah tinggi atau hipertensi dikenal dengan 2 tipe klasifikasi, di antaranya :

1. Hipertensi Primary

Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadi tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi, sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi. Orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

2. Hipertensi Secondary

Hipertensi secondary adalah suatu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami atau menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk.

Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat anti radang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan ini :

– Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan

– Batasi konsumsi daging dan keju

– Hindari cemilan yang asin-asin

– Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Darah Tinggi Hipertensi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *